“Selamat Pagi” dania menyapa dania
yang sedang sibuk membaca Koran.
“Pagi juga ka” membalas sapaan
kakaknya tetap fokus membaca Koran.
“hey ga biasanya kamu baca Koran, ada
angin apa ini?” dania mengerutkan dahi melihat dinar yang serius membaca Koran.
“aku sedang mencari pekerjaan” sahut dinar dengan tetap serius membaca Koran. “apa?
Kamu ingin mencari pekerjaan? Kenapa?” dania menghampiri dinar yang sedang
duduk di sofa ruang tamu.
“aku tidak ingin membebani kakak” dinar
meletakkan korannya dan beralih memandangi wajah kakaknya itu.”
“well, kakak kan sudah mendapatkan
pekerjaan tetap, jadi kau tidak usah bekerja, kau lanjutkan sada study S2 mu
itu, kakak ingin kamu selalu jadi yang terbaik, lagipula kakak masih sanggup
membiayai kamu dengan hasil kerja kakak” jawab dania dengan senyum lembut. “hem
, tapi kak, dinar tidak mau memberatkan kakak, dinar ingin mencoba bekerja,
menikmati uang dari hasil kerja dinar kak”
Jawab dinar memaksa . “baiklah dinar,
kakak akan doa kan kamu supaya kamu dapat mendapat pekerjaan sesuai kemampuan
kamu” balas dania dengan senyum kemudian memeluk adiknya penuh dengan kasih sayang.
“makasih kak” jawab dinar dan membalas pelukkan kakaknya. Dania melihat jam di
tangannya dan mengerutkan dahi , ini sudah pukul 08.30 , pukul 10.00 pagi ini
dia sudah harus sampai di kantornya mengingat kantornya yang sangat jauh butuh
waktu kurang lebih satu jam untuk sampai disana. “oke sepertinya kakak harus
segera berangkat” sambil mengambil tasnya disofa dan memakai sepatunya . “hati-hati
ka” sahut dinar lalu mengambil Koran kembali dan mencoba mencari kembali
pekerjaan untukknya. Dinar sangat antusias dengan mencari pekerjaan ini,
semenjak dia melihat kakaknya yang selalu pulang larut malam, mencari nafkah
untuk mereka berdua, sekaligus menjadi ibu bagi dinar, dinar sangat beruntung
mempunyai kakak sebaik Dania . Dinar selalu mengingat kejadian saat orang tua
mereka pergi dengan dania saat ingin menjemput dinar di sekolahnya.
Mereka bertiga mengalami kecelakaan,
dan merengut nyawa orang tua mereka , dania mengalami luka serius di bagian kepalanya,
sampai dia harus mengalami amnesia selama 1 tahun, dania sekarang sudah sembuh
tetapi dia tidak ingat tentang masa kecilnya. dinar mengingat sesuatu tentang
masa kecil kakaknya itu, sebelum kecelakaan itu, ibunya mengatakan bahwa dania
sudah tunangan. Dinar tidak berani memberi tahu tetang masa lalu kakaknya ,
karena dia tahu itu akan membuat Dania sakit, dan Dinar tidak ingin hal itu
terjadi lagi. Yang harus Dinar lakukan adalah mencari dimana tunangan kakaknya
itu berada , karena hanya dia yang dapat membuat kakaknya bahagia. Dinar
menyenderkan badannya di sofa dan memejamkan mata “oh Jo dimana kau?”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar